Jakarta, hpurchase — Modus ai sticker scam mulai menyebar di WhatsApp dan Telegram. Penipu mengirimkan stiker yang tampak lucu, tetapi stiker tersebut membawa link tersembunyi yang mengarahkan korban ke situs phishing. Karena tampilannya sederhana, banyak pengguna menekan stiker tanpa berpikir panjang.
Menurut laporan dari BSSN, serangan berbasis file ringan meningkat selama 2025. Peningkatan ini dipicu kemampuan AI generatif yang membuat stiker terlihat sangat profesional.
Selain itu, pelaku memakai ratusan desain stiker untuk memancing rasa penasaran korban. Setiap stiker memiliki pola warna cerah atau karakter populer agar pengguna lebih mudah terpancing.
Cara AI Sticker Scam Bekerja

Modus ini berjalan sangat cepat. Ketika korban menekan stiker, sistem langsung membuka link di browser. Link tersebut mengarah ke:
- halaman login palsu,
- formulir pengumpulan data,
- script pencuri informasi perangkat, atau
- halaman unduhan file berbahaya.
Selain itu, beberapa stiker mengandung kode pelacakan yang memonitor aktivitas pengguna setelah link terbuka.
Penjelasan dari CNBC Indonesia menunjukkan bahwa AI mampu menyembunyikan link berbahaya di metadata gambar tanpa mengubah visualnya. Teknik ini membuat stiker terlihat aman padahal berbahaya.
Kenapa Pengguna Mudah Tertipu?
Ada beberapa alasan kuat:
Pertama, pengguna percaya stiker adalah file “aman”.
Kemudian, stiker sering dikirim dari grup pertemanan sehingga korban tidak curiga.
Selain itu, desain stiker yang menarik membuat pengguna ingin menekan tanpa berpikir panjang.
Banyak pengguna juga belum mengetahui bahwa WhatsApp mengizinkan gambar dan stiker membuka link eksternal melalui tap gesture.
Jenis Penipuan yang Dipakai Penjahat Menggunakan Stiker AI
Pakar keamanan mencatat beberapa pola yang sering muncul:
- Penipuan hadiah palsu
- Pishing akun marketplace
- Link pembaruan WhatsApp palsu
- Pengalihan otomatis ke website penipu
- Stiker yang mengaku dari ekspedisi atau bank
hpurchase pernah membahas ancaman serupa dalam artikel Ancaman AI di Aplikasi Chat yang membahas bagaimana bot dan file kecil dapat menjadi media serangan terbaru.
Selain itu, beberapa kasus melibatkan stiker dari akun yang menyerupai CS marketplace untuk mencuri akun penjual.
Ciri-Ciri AI Sticker Scam
Pengguna bisa mengenali stiker berbahaya melalui beberapa tanda:
- Stiker membuka browser saat ditekan
- Stiker memunculkan pop-up tak wajar
- Stiker dikirim oleh nomor baru di dalam grup
- Desain stiker terlalu “menjual” hadiah atau promo
- Pesan berisi ajakan untuk “klik stiker dulu”
Selain itu, jika stiker mengarahkan ke domain pendek atau acak, itu tanda kuat bahwa file tersebut tidak aman.
Cara Menghindari AI Sticker Scam
Untuk menghindari penipuan ini, pengguna dapat melakukan langkah berikut:
Pertama, hindari menekan stiker dari nomor tidak dikenal.
Kemudian, cek apakah stiker memuat link sebelum menekan lama pada file.
Selain itu, pengguna harus memperbarui aplikasi WhatsApp ke versi terbaru agar sistem keamanan tetap optimal.
Pengguna juga bisa membaca panduan keamanan dalam artikel hpurchase Cara Mengenali Link Phishing di Smartphone agar lebih waspada terhadap link tersembunyi.
Platform Wajib Meningkatkan Proteksi

Menurut para pakar keamanan, platform perlu mengambil langkah berikut:
- Memfilter metadata berbahaya pada file stiker
- Memberi label peringatan jika stiker mengandung link
- Memblokir domain berbahaya secara otomatis
- Meningkatkan sistem pengecekan stiker
- Memberikan edukasi rutin kepada pengguna
Selain itu, WhatsApp dapat menambahkan fitur notifikasi jika file visual mencoba membuka link eksternal.
Kesimpulan
AI sticker scam menunjukkan bagaimana penipu terus memanfaatkan teknologi untuk memperluas serangan. Stiker yang terlihat polos dapat berubah menjadi alat pencuri data yang sangat berbahaya. Karena itu, pengguna harus lebih berhati-hati ketika menerima stiker, terutama dari nomor yang tidak dikenal.
Dengan edukasi, kewaspadaan, dan pembaruan sistem, risiko penipuan dapat ditekan sebelum merugikan lebih banyak pengguna.

